AI, sebuah produsen suku cadang mobil yang berbasis di Bekasi, mengalami hal ini secara langsung.
Provider A: 100 Mbps leased line → Rp 14 juta/bulan
Provider B: 40 Mbps leased line → Rp 4 juta/bulan
Total biaya: Rp 18.000.000 per bulan hanya untuk 140 Mbps.
Kedua jalur tersebut sepenuhnya terpisah:
Sistem ERP & Pengadaan hanya berjalan di Provider A
HRM & CRM hanya berjalan di Provider B
Awalnya, semua tampak baik-baik saja. Namun kemudian kenyataan melanda: Jika Provider A mati, seluruh sistem ERP & Pengadaan menjadi tidak dapat diakses. Tim IT harus mengalihkan lalu lintas secara manual ke Provider B. Masalahnya? Alamat IP berubah, terowongan VPN putus, dan butuh waktu lama untuk membangun kembali koneksinya.
Artinya: Bahkan dengan biaya bulanan yang tinggi, masalah downtime tetap ada.